Minggu, 27 Mei 2018

Langitku Akankah Juga Langitmu?

                     Sepintas muncul pertanyaan dalam diriku,"Akankah langitku dan langitmu sama?" Pertanyaan itu seketika muncul saat pandanganku mengarah ke langit siang itu. Langit yang cerah, dan terlihat awan bergerak lebih cepat, hingga menutupi matahari. Sosok yang kini telah tiada, tetapi amat aku rindukan. Sosok yang menjadi panutanku, sosok yang luar biasa dalam hidupku, yang mengajari semua makna kehidupan. Yah, dia adalah segalanya bagiku.
                           Diawali saat aku kecil, masa kecilku tidak semulus harapanku. Saat berada dirumah, aku seakan menerima tekanan. Yah, bukan pukulan kepada diriku, melainkan orangtua yang selalu berantam, beradu mulut. Terlebih saat adikku lahir, orangtuaku semakin sering beradu mulut. Pernah satu hari, dimana Ibuku mengajakku pergi dari rumah, meninggalkan adik dan ayahku. Sesampainya dipenginapan, dengan polosnya aku bertanya kepada ibuku. "Mak, kasihan adik ditinggal dirumah, nanti kalau dia nangis gimana?" Dan ibuku saat itu terdiam mendengar aku bertanya demikian. 
                      Pada akhirnya, ibupun kembali menuju rumah, dan bermaafan dengan ayah, merekapun hidup dengan rukun. Satu foto yang dapat menjadi kenangan saat mereka beradu mulut, adalah saat aku ulang tahun diumur 1 tahun. Dalam foto itu, aku hanya diam tanpa senyum, dan ayah serta ibu tersenyum saat foto. Yah, tidak banyak kenangan masa kecil yang aku ingat. Hanya sepenggal kenangan baik yang senang maupun yang sedih aku rasakan. Menginjak dewasa, aku semakin dikuatkan dengan mandiri, harus berpisah dengan orangtuaku.
                      Walaupun aku hanya anak perempuan dari 3 bersaudara, dan aku anak paling besar. Orangtua menjadikan aku anak yang dewasa dalam segala hal. Semua aku kerjakan sendirian, baik dari pengerjaan tugas sekolah, maupun berangkat sekolah. Semua aku lakukan sendiri. Saat SD bahkan aku sudah diajarkan untuk membuat kue oleh bibiku (adek bapak), sudah diminta mengerjakan pekerjaan rumah. Sama seperti sosok yang aku rindukan, karena sosok yang aku rindukan, sejak kecil sudah ditinggal orangtuanya yang pergi ke Bengkulu, sementara dia berada di Medan mengurus ke 3 adiknya. Begitu besar perjuangan sosok itu, demi ketiga adiknya, dia juga rela berjualan dan mengurus rumah. 
                           Sungguh sangat tak biasa bagi sosok seperti dia yang harus mengurus rumah, baik menyapu dan mengepel rumah. Tapi dia tetap melakukannya tanpa malu dan pamrih, diajarkannya semua adiknya menjadi adik yang baik dan sukses. Yah, suatu kebanggaan memiliki dia yang luar biasa menurutku. Menginjak dewasa dia memutuskan kerja di Perkebunan, dan benar saja, dia merantau ke Palembang. Beberapa tahun disana bersama dengan istri dan anaknya. Beberapa tahun berlalu, pada akhirnya kami kembali ke kampung halaman di Medan. Sesampainya di Medan, tak hanya bercocok tanam, melainkan membuka usaha kecil-kecilan berupa jualan bensin. 
                          Hari berjalan begitu cepatnya hingga, pada akhirnya jualan tersebut harus tutup dan berganti menjadi supir angkot. Yah, begitulah hidup, mungkin diawal kerja ayah menjadi orang yang besar, lalu menurun hingga sampai pada puncaknya tidak bekerja, melainkan mengurus kebun. Namun, kesedihan tak begitu saja menghampiri, adik yang sangat nakal, membuat pikiran semakin dirumitkan dengan keadaan. Satu hal yang disesalkan adalah disaat sosok itu telah tiada bertahun-tahun lamanya adik yang diharapkan menjadi baik, namun tak pernah menjadi baik. Nakal tetap tercap pada dirinya. Hingga pada akhirnya, diapun memutuskan tidak melanjutkan sekolahnya. Dan karena itu semua, akulah yang bertugas memenuhi kebutuhan rumah tangga.
                           Semuanya ku kerjakan seorang diri, yang menjadi kerjaan utamaku, tak hanya sampai disitu aku bekerja. Tetapi mencari tambahan dengan mencari pekerjaan lain sepulang kerjaan utamaku. Tidak sampai disitu saja, kini aku menjalani kerjaan baru berupa online shop sebagai sampingan. Yah, kini pekerjaanku bertambah, menekuni pekerjaan utama, pekerjaan sampingan, dan pekerjaan tambahan. Semua ini aku lakukan demi mereka, mereka yang selalu ada di hatiku, yang selalu mensuport aku dalam segala hal.
                          Yah, satu sisi aku bangga. Tapi kembali lagi, kerinduanku dengan sosok ini, sangatlah rindu, tanpa mampu berkata-kata. Setiap gambar alm terlihat, air mata seakan tak mampu tertahan. Semua mengalir dengan begitu saja, yah, hanya doa yang mampu aku berikan. Kepada sosok yang sudah luar biasa menjadikan aku seperti sekarang. Menjadikan anak yang memiliki sifat sepertinya, tak cengeng dan kuat di perantauan. Ayah, adalah sosok itu, sosok yang selalu aku rindukan, dan aku pilukan. Karena kehilangannya adalah saat aku bertambah usia. Harapku kini, semoga aku bisa menjadi kebanggan keluarga, menjadikan keluarga aku yang kecil menjadi besar. :) Terima kasih sudah membaca sekilas coretanku.
#Coretancerpenev

Produk Skincare

Sore menjelang malam semuanya..

Pertama kali buat blog, bagi aku seru, karena aku bisa megeluarkan semua kata-kata yang aku fikirkan. Nah, pada blog kali ini aku akan review skincare yang lagi aku pakai.

Nah, aku tuh dari SD,SMP,SMA,dan Kuliah paling gak suka sama makeup, apalagi handbody. Tapi, sekarang aku sudah mulai mencoba mengenal yang namanya skincare dan hanbody. Aku akan bahas satu-satu disini. :)

Dimulai dari skincare, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku memang gak suka pakai skincare. Tapi di zaman 2018 sekarang, anak SD pun sudah bermakeup. Jujur aku sangat terkejut, karena di zaman aku, makeup itu di SD sama sekali tidak pernah aku lihat. Jadi akupun tak mau ketinggalan zaman dengan anak SD. hehehe 

Tapi, skincare yang aku pakai sekarang juga gak banyak, karena aku juga takut, nantinya wajah aku rusak. Jadi, langsung aja yaaaa....

Oia, wajah aku tipikal berminyak ya all. Dan ada bekas jerawat dan bintik hitamnya gitu. Aku pernah coba banyak skincare, dan beberapa diantaranya membuat wajah aku malah makin berminyak dan makin berjerawat. Nah, skincare yang sekarang aku mau bagikan infonya ini, adalah skincare yang sudah 2 tahun aku pakai dan bagus menurut aku. :)

Step 1

Aku pakai facewash Agnes yang untuk kulit berminyak. Jujur bagus banget, sabunnya tu benar-benar buat minyak diwajah aku berkurang, tapi gak kering banget juga. Dari awal pakai sampai sekarang aku gak berani ganti facewash karena sudah nyaman di wajah aku.:)

Step 2

Aku sekarang sudah mulai pakai pelembab yang melindungi wajahku ekstra dari matahari, aku pakai miliki Skin Aqua yang spf50++ harganya memang agak mahal buatku skitar 50rbuan gtu.Tapi manfaatnya yang aku ambil sih, karena aku baru tahu, ternyata paparan sinar matahari itu gak bagus kenak langsung sama kulit wajah kita. Dan aku mikir, bintik hitam diwajah aku, maybe karena itu. Jadi aku pakai skin aqua spf 50++.

Step 3

Aku pakai BB krim miliknya wardah,tapi salahnya aku pakai yang cair, sehingga membuat wajah aku makin berminyak. Tapi, sekarang aku sudah ganti ke BB cream wardah yang tidak cair melainkan yang bentuk tube gtu. Warna biru muda natural adalah pilihanku, karena cocok dikulit aku dan menyamarkan noda hitam dan lainnya diwajah aku.

Step 4

Setelah wajah aku pakai BB cream, aku pakai bedak tabur dari Marcks warna kuning. Hal itu agar wajah aku matte gak glowing banget. Setelah semua wajah aku kasih betak tabur, selanjutnya aku pakai bedak padat natural dari Wardah. Dan hasilnya diwajah aku bagus banget.

Step 5

Aku pakai lipstik dari wardah sosialpeach, warnanya ke orange muda gtu, mirip nude, tapi agak ke orange. Gak matte banget di awal pemakaian, tapi setelah beberapa menit, jadi cakep gtu teksturnya dibibir aku. Dan saat difoto bibir aku kliatan tipis, walau aslinya tebel. hehehe

Setelah semuanya selesai aku tinggal ngebentuk hidung aku dengan produk dari Emina pop eyeshadow Gelato warna coklat pekat, dan warna beigenya aku pakai sebagai penambah bling dibagian ujung mata dalam.

Nah, itu skincare aku sehari-hari yah. Kalau malamnya, aku hanya pakai pelembab dari Olay.

Untuk bagian tubuh, aku jatuh cinta banget sama Nivea Body Serum yang pink dan orange. Jujur setahun pemakaian, perubahan dikulit aku bagus banget. Gak putih ya, tapi cerah banget. Bahkan dibawah matahari, kulit aku kliatan lebih cerah dan sehat gtu. hehehe,,,

Yaudah, sekian dulu yah isi blog aku, besok akan aku share lagi.

Terima kasih.



Menentukan Pilihan Hidupmu Dari Sekarang Agar Tidak Menyesal Kemudian

Ini adalah postingan pertama aku. Perkenalkan nama aku Vilia. Langsung aja pada intinya. :) 
             Yah, kenapa aku buat judul "Menentukan Pilihan Hidupmu Dari Sekarang Agar Tidak Menyesal Kemudian" hal itu didasari karena aku kini sedang mengalaminya. Mengingat masa laluku, aku sekolah, lalu kuliah, dan kini bekerja. Yah, aku cukup bangga, karena sekarang sudah bisa bekerja. Hanya saja, dari dahulu aku tidak pernah memikirkan masa depanku. Ingin jadi apa, atau kegemaranku apa, jujur dahulu itu aku gak tau. Dan sama sekali tidak kepikiran. Hingga pada akhirnya masuk SMA kelas 2 adalah saat dimana kita menentukan jurusan, mau masuk IPA atau IPS sesuai dengan nilai yang didapatkan. Dan syukurlah, saat itu aku masuk jurusan IPA. Namun, bahagiaku sama sekali tidak tertuju.
             Hal itu satu sisi karena aku melihat dan mengikuti teman-temanku juga. Masuk IPA, ya sekedar masuk IPA. Tapi, satu hal yang kuingat dan kuketahui. Kalau masuk IPA, saat kuliahnya mudah ngambil jurusan apapun. Dan itu menjadi point buatku mengambil jurusan IPA. Kemudian, tamatlah aku dari bangku SMA. Akupun mencoba mendaftar masuk Perguruan Tinggi Negri, setelah test dan coba sana sini. Ternyata aku GAGAL. Melihat beberapa teman yang berhasil masuk, aku seakan tersingkir. Aku menjadi seakan gak percaya diri saat bertemu siapapun. Malu? Yah, sedikit perasaanku demikian. :(
                Untungnya orangtuaku tidak terlalu mengharapkan aku harus masuk PTN. Hingga pada akhirnya mamaku membawaku ke PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Mamaku memberikan saran dan masukan, agar aku tidak sedih. Mama juga menentukan sendiri PTS yang aku masuki. Dengan bahagia, aku menginjakkan kaki ke PTS ditemani mamaku. Sesampainya disana, aku kembali dibingungkan dengan pilihan. "Mau ambil jurusan apa?" pertanyaan yang diberikan kepadaku.
                    Karena dari rumah sudah diberikan masukan oleh mama, jadi aku sudah mantap memilih FKIP (Keguruan) yah, mama adalah sosok yang luar biasa. Demi membuatnya bahagia aku memilih menjadi guru. Namun, aku bingung menentukan menjadi guru apa aku? Dan dalam pikirku, alangkah baiknya mengambil yang mudah. Akupun memilih Bahasa Indonesia. Tapi ternyata, tak semudah yang aku bayangkan, 4 tahun kuliah, menjadikan aku berfikir ternyata, Bahasa Indonesia itu tak semudah yang kubayangkan. Banyak lika-liku yang kuhadapi, dimulai dari dosen, teman mahasiswa dan naik turunnya IP yang aku dapatkan.
                     Tapi, semuanya aku jalani dengan berdoa dan demi membahagiakan orangtua. Hingga pada akhirnya, aku tamat dari bangku MAHASISWA dengan IP 3,60. Bangga? Jujur bangga banget, apalagi melihat mama aku bahagia. Walau, saat ulang tahunku, ditahun aku akan tamat kuliah, ayahku meninggal. Tapi, melihat kebahagiaan mama dan adikku adalah obat dikala rinduku bersama ayah. Aku yakin dia juga bahagia saat itu. Mulai dari itu aku kembali menyakini, bahwa pilihan orangtua adalah baik adanya. Tetapi saat aku mendapat pekerjaan, dan jauh dari orangtua, aku merasa sedih, satu hal yang membuatku sedih adalah tidak bisa membahagiakan mama. Aku bekerja dan menjadi pegawai tetap. Aku hanya mengikuti alurku tanpa berfikir dan bertanya kepada mama. Hingga di hari ini, saat ada lowongan yang apabila aku bisa lolos diterima masuk. Aku yakin mamaku akan sangat bahagia.
                      Tetapi, aku tak bisa. Aku tak bisa dicalonkan menjadi salah satu dari pelamar ke bagian itu. Jujur aku sedih, rasanya lebih sedih dari diputusin pacar. Satu hal yang membuatku sedih, tak bisa membuat bahagia mamaku. Yah, aku hanya bisa berfikir dan berdoa. Supaya kedepannya, apa yang ada di depanku dan dijalanku dapat diberkati dan berjalan mulus. Aku hanya ingin melihat mamaku tersenyum bahagia dan bangga dengan aku.
                     Jadi, bagi kalian yang telah membaca Blog aku, semoga tidak seperti aku ya, yang mengambil keputusan sendiri tanpa pikir panjang. :) Aku hanya berbagi kisah, kisah yang mungkin bukan hanya aku yang seperti ini, atau bahkan sebaliknya, hanya aku yang seperti ini.
#Coretanpenaku
                                                      Terima kasih sudah membaca



PUISI CIPTAAN ZHEELIA

HIDUP Kertas itu tak selamanya putih Tinta itu tak selamanya berwarna Kadang roda kehidupan berada di bawah Terkadang pula kita b...